Tampilkan postingan dengan label Pesan Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Patah

Kata kata itu ada, sebuah patahan kata yang pada akhirnya mematahkan
Mematahkan bagian sayap, hingga akhirnya kesulitan untuk terbang lagi
Mematahkan hati, hingga akhirnya luka yang tersisa
Mematahkan senyuman, hingga akirnya hanya ada kepedihan
Bukan prihal siapa yang mematahkan atau siapa yang dipatahkan
Sebab alasan hanyalah formalitas belaka
Sebab bukan siapa tapi mengapa
Karena kata mengapa berarti saling melukai
Karena kata mengapa adalah sebuah titik awal dan akhir
Yang ku tahu
Selalu ada akhir disetiap awal
Selalu ada awal disetiap akhir
Ini aku yang tengah menyaksikan orang-orang yang terpatahkan
Hanya bisa terdiam tanpa menenangkan 

Minggu, 01 Mei 2016

Aku Kamu

Aku terkesima, pada bulir-bulir rindu yang terkirim lewat angin pagi ini
Aku terkesima, pada setiap partikel doa yang terkirim disela keheningan malam
Aku terkesima, pada setiap celotehan yang terlayangkan dalam sela waktu yang padat
Ya.. ku bilang... aku terkesima dan aku suka itu
Terima kasih ^^ 

Selasa, 26 April 2016

Jemariku asing

Banyu, lama tak mengudara lagi bersama. Ada kepingan acak yang merusak ingatanku, aku rasa aku amnesia, pada beberapa kotak waktuku terdahulu. Banyu, jika semu adalah nyata, maka fakta apa yang tak bisa kusentuh? semuanya hanya menjadi abu dalam ingatan. Aku, aku ingin kembali mengingat, sebuah masa dimana aku tak harus memiliki alasan untuk tersenyum, aku ingin kembali, pada sebuah waktu dimana rinaiku adalah bahagiaku. Banyu, saat melintasi waktu, yang ada hanyalah jejak tak berpijak, sebuah langkah tanpa bayangan. Arah angin mengelabuiku, hanya sebuah sentusan magis, semuanya kabur dan aku hanya terdiam dalam sepi. Berapa banyak waktu lagi? aku tak ingin ahu dan tak ingin peduli. Banyu, kembalilah dan bawakan aku sepasang langkah itu lagi.

Sepasang langkah

Siapa sangka jika sepasang langkah akan mempengaruhimu
Karena sepasang langkah, kau ikut tersenyum
Karena sepasang langkah, kau ikut menghitung waktu
Karena sepasang langkah, kau bahkan menjatuhkan rinaimu
Siapa sangka jika sepasang langkah begitu berarti bagimu
Karena sepasang langkah membuatmu ingin kembali
Karena sepasang langkah membuatmu memcintai duniamu
Karena sepasang langkah membuatmu ada
Siapa sangka, kau akan dibuat jatuh karena sepasang langkah
Kita seperti dua buah garis sejajar
Langkah kita sama
Langkah kita beriringan
Namun tak pernah dipertemukan
Tak apa, aku tetap menyukainya
Bagiku itu adalah sepasang langkah ajaib
Terima kasih karena menjadi sepasang langkah yang bisa kulihat
Karenanya, aku lebih menyukai hidupku
Karenanya aku suka dengan dunia sekarang
Dunia yang sama namun berbeda

Sabtu, 26 September 2015

Dik, untukmu...

Hari ini hanya ingin bercerita saja tak apakan? Di sela rehat dari tugas kuliah yang sudah mendekati DL, bisanya menghibur diri dengan bercerita, kebanyakan lewat tulisan, saat ini tak sengaja menemukan sebuah halaman yang tak asing siapa penulisanya. Seolah sedang mendengarkan setiap ceritanya. Tak bisa kubilang itu adalah cerita keluhan, nyatanya ia tak mengeluh sama sekali, kebanyakan ia justru mengambil pelajaran dari kisah hidupnya. Kata "kasihan" jelas bukan kata yang tepat, ini untuk semua adik-adikku, yang jelas tak bisa kusebutkan satu persatu. Jika bisa, kakak ingin mengenalkan kalian pada mimpi dan membuat kalian semua jatuh cinta karenanya, dik, tahukah? untuk usia yang sering kusebut "bocah" nyatanya kalian lebih siap menghadapi hari esok, nyatanya kalian lebih dewasa, nyatanya kalian selalu berhadapan dengan kenyataan. Sedangkan kakakmu ini terlalu banyak menatap mimpi, kadang takut menghadapi hari esok, kepalang percaya diri bahwa hari esok akan selalu ada, dan tak jarang menghabiskan waktu untuk mengeluh dibandingkan memperbaiki diri. Dik, tahukah? kalian nayatanya lebih unggul soal kehidupan, kakak tahu kalian juga memiliki mimpi mimpi yang indah dan luar biasa, entah itu menjadi polisi, tentara, dokter, guru dan hal hal hebat lainnya. Kalian kadang hanya terlalu sibuk untuk bisa menghasilkan, untuk makan, sekolah dan jajan. Dik, salutlah kakakmu ini pada kalian, tapi bisakah sesekali kalian tengok mimpi-mimpi kalian? Menjadikannya alasan untuk terus bernafas, menjadikannya alasan untuk tak pernah lelah belajar. Maafkan kakakmu ini yaa, yang belum bisa utuh, yang katanya peduli tapi tak melakukan apapun, yang katanya sayang tapi kebanyakan hanya sibuk sendiri, yang katanya selalu rindu tapi singgah untuk jumpa seringnya sulit. Kalian punya rumah untuk berlindung, jalanan menjadi tempat kalian bermain dan menjadi modal untuk hari esok, sekolah menjadi tempat kalian untuk belajar, bisakah mimpipun menjadi rumah bagi kalian? yang kelak langkah-langkah kaki kalian akan sering berpijak disana, tempat yang akan kalian tuju, tempat kalian untuk pulang pada akhirnya dan banyak menghabiskan waktu disana. Kakak tahu kalian adalah jagoan-jagoan hebat yang tak takut bermimpi dan berani wujudkan impian kalian, kelak inginlah mata ini melihat kalian menjadi orang-orang hebat dimasa depan yang gemilang. Fighting !

Kamis, 16 April 2015

Pesan Cinta Hasta #10

Kotak waktuku tak sempat memberitahumu
Apa yang tersimpan dari yang tersembunyi
Kukira tak sampai pesanku padamu
Tapi kau tahu
Jika saja ku tahu
Udara yang kuhirup
Angin yang hilir mudik disekitarku
Bayangan yang mengirama bersamaku
Jika saja ku tahu
Bintang yang kutunjuk
Bintang yang selalu kutitipkan rindu
Langit malam yang kutatap
Jika saja ku tahu, jika itu dirimu
Pena yang terus menulis pesan
Tinta yang melukis rinduku
Bingkai yang kuukir dalam asa
Jika saja ku tahu
Kau tahu
Kau selalu menjadi penaku, dan ini adalah tinta terakhirku
Untuk waktu yang kusimpan untuk menunggu
Kekosongan itu...
Berakhir...
Tetaplah mengirama bersamaku, meski tak dapat kulihat
Tetaplah menjadi udara yang kuhirup
Tak perlu lagi kutulis pesan rinduku untukmu
Tak perlu lagi kuurai kotak waktuku padamu
Mari jelajahi bersama, tetaplah menjadi bayangan yang dapat kulihat
Kau... selalu menatapku kan?
Kau... selalu ada untukku kan?
Disini.. bersamaku... tetaplah disampingku
Untukmu yang tak lagi dapat kulihat
Tak apa... ku tahu kau disini...

Rabu, 15 April 2015

Pesan Cinta Hasta #9

Maaf jika berkata aku mulai lelah dalam menunggu, seharusnya tak kukatakan itu bukan? Tahun ketigakah? Waktu tak jua mempertemukan aku denganmu. Kau tahu hari ini saat aku bekerja dia datang lagi, seseorang yang membuat hatiku berdebar, dan entahlah saat dia tersenyum yang terlukis adalah wajahmu. Seharusnya aku tak membayangkannya demikian tapi ada bagian dimana ketika aku melihatnya, terutama saat melihat kearah matanya yang kutemukan adalah sosok kamu. "Suatu saat aku akan melihatmu lagi" kata kata itu... kapan kau akan menepatinya? baiklah aku akan kembali menunggu sampai saat itu tiba, sampai saat kau akan kembali. Saat waktu itu tiba akan kuperkenalkan dirimu dengannya, Agata... dia sungguh teman yang baik. Vio kau terimakah pesan rindu dariku? Masihkah kita menatap langit yang sama sekarang? Besok aku kan menyusuri pantai yang pernah kita singgahi, tak sendirian memang, dengan rekan kerjaku, Agata juga akan disana, nanti akan kuceritakan padamu...

Minggu, 12 April 2015

Pesan Cinta Hasta #8

Berapa lama lagi kau akan membuatku menunggu? Masih tak kudapatkan kabar darimu, sekeras apapun ku mencarinya tak ada yang kutemukan. Alasanmu menghilang bisakah kau ceritakan? Aku hanya… Ada seseorang yang terus menungguku, meski aku memintanya berhenti melakukannya dia tetap saja melakukannya. Menunggu bukanlah persoalan untukku, tapi kau tahu aku benci membuat orang lain menunggu. Hari ini ada yang berbeda, jika kuceritakan padamu akankah kau marah? Hatiku berdebar lagi untuk pertama kalinya karena orang itu, aku tahu ini berbeda tak sama denganmu, caramu membuat hatiku berdebar dengan caranya tak sama. Kumohon kembalilah beri aku kabar darimu, tak masalah bagiku untuk menunggumu tapi… jika kau membuatku menunggu terlalu lama aku mungkin akan lelah.

Sabtu, 11 April 2015

Pesan Cinta Hasta #7

Lama tak jumpa… kau ingat lagu “My Love” dari Westlife? Lagu yang sangat kau suka sampai terakhir kali aku melihatmu. Aku menyanyikannya hari ini, di hari pertamaku bekerja sebagai pekerja paruh waktu, mmm… penyanyi kafe pada hari jumat dan seorang pelayan dihari lainnya. Hari ini cukup melelahkan, besok aku juga masih harus kuliah. Vio… ada yang benar benar ingin aku tahu sekarang, apa kabarmu? Baik baikah?... Nafasku rasanya berat, tapi jika kuceritakan ini akankah kau senang? Hari ini aku bertemu Joe, ya cinta pertama bagimu. Dia calon dokter persis seperti yang kau harapkan, ahh aku bahkan masih ingat celotehanmu, “Loe mau bertaruh? Joe akan menjadi dokter yang hebat dimasa depan.. ahh dia benar benar asset bagi bangsa ini” Kau selalu membesar-besarkan hal kecil, kau mengatakannya hanya karena dia merawat lukamu yang terkena sayatan pisau saat mengerjakan tugas karya seni. Kau harus melihatnya sendiri, meski itu bukan aku… meski itu adalah Joe asalkan kau akan ada disini, asalkan aku bisa melihatmu.. itu tak masalah

Jumat, 10 April 2015

Pesan Cinta Hasta #6

“Harry Potter” hari ini aku menontonnya lagi… sejak berapa lama terakhir kali kita menontonnya? Katamu.. “Sumpah… loe tahu kenapa gue suka banget sama film film fantasi? Terutama film yang satu ini.. Harry Potter… didalamnya ada banyak petualangan dan yang paling penting adalah keajaiban” kau mengatakannya dengan menatapku penuh semangat seperti biasanya, “Keajaiaban?” sering kali aku bertanya keajaiban seperti apa yang selalu kau inginkan, aku sungguh ingin memberikannya. Vio.. ingatkah saat kita berusia 17 tahun saat itu 8 Mei 2011. Jika biasanya kita selalu merayakan ulang tahun kita berdua saat malam di rumah pohon, namun ada yang berbeda saat itu, kau lupa… Aku menunggumu dengan semua lilin, kue, lampu lampu dan hadiah yang telah kusiapkan, ku harap aku akan membuat kejaiban untukmu dan kita… Jika saja kau memilihku saat itu yaa jika saja, kau tahu saat kau mengatakannya tepat saat ku telah menyiapkan segalanya saat itu saat kau menghubungiku dan berkata “Hastaaa… duuh sorry, sorry banget untuk pertama kalinya gue gak ngerayain ulang tahun bareng loe dirumah pohon gak apa apa kan yaa? You know what? Joe nembak gue dan hari ini gue mau jalan sama dia, gak apa apa kan Hastaaa?” Kau tahu saat kau mengatakannya, entahlah aku seperti pengecut yang tak melakukan apapun selain berkata “Ya, tentu… Bersenang senanglah”. Untuk keajaiban yang telah ku persiapkan dan tak sempat kau lihat, aku minta maaf…

Kamis, 09 April 2015

Pesan Cinta Hasta #5

Untuk kerinduanku yang terus bertambah.. bisakah kau merasakannya? Tak banyak yang kulakukan hari ini selain aku yang merindukanmu. Untuk mengobati kerinduanku, ku buka sebuah folder yang kuberi nama file “KITA” hanya untuk memastikan bagaimana caramu tersenyum yang ada didalam folder pikiranku sama dengan potret yang ada di file komputerku, dan yaa.. jawabannya masih sama… Aku hanya takut jika saja aku lupa, aku takut aku mulai terbiasa tanpa kehadiranmu. Vi.. Saat aku melangkah rasanya ada yang berbeda, langkahku begitu sepi tak ada lagi derap langkahmu di sampingku, tak kudengar lagi celotehan mu. Dulu entah itu perjalanan menuju sekolah ataupun pulang kerumah saat kaki kita melangkah kau selalu saja berceloteh apapun itu, kadang aku membayangkan dirimu dalam ruang imajinasiku merasakan lagi bagaimana melangkah bersamamu, bagaimana caramu tertawa dan melihat kearahku, membuatku semakin rindu…

Rabu, 08 April 2015

Pesan Cinta Hasta #4

Viola.. hari ini aku menyusuri perpustakaan sekolah kita semasa putih abu, masih sama… tak berubah sama sekali, aku duduk di bangku pojok kanan dekat jendela yang mengarah langsung pada lapangan sekolah. Dulu… inilah tempat kita saat harus mengerjakan tugas sekolah, atau sekedar berbincang ditengah kebosanan menunggu jam pelajaran, atau tempat dimana kau asik membaca novel yang selalu kau bawa setiap harinya kesekolah. 7 april 2011 waktu dimana untuk pertama kalinya aku menulis tentangmu tepat dikursi ini meski itu hanya tugas pelajaran Bahasa Indonesia yang mengharuskanku menulis puisi untukmu. Aku ingat saat kau berkata “Wah.. apa ini, kenapa harus loe yang nulis puisi tentang gue, kenapa gak Joe? Ahh kocokannya gak lucky banget, kenapa bukan Joe yang dapet nama gue, seenggaknya kan gue bisa tahu pikiran dia tentang gue…” wajahmu yang menekuk kesal membuatku juga merasa kesal, apa yang salah jika aku yang menulis dan bukan dia… “Kenapa? Ya loe minta aja Joe buat nulis tentang loe, emang loe gak mau tahu apa yang gue pikirin tentang loe?” ujarku dengan nada sedikit tinggi saat itu dan kau hanya melangkah pergi dengan kesal.
Viola…
Entah harus  aku melukiskannya seperti apa
Kau bahkan yang tak ingin kulukis
Tapi, disinilah aku mengalun dalam harmoniku tentangmu
Viola…
Aku yang tak pernah menjadi asing bagimu
Aku yang selalu menjadi diary untukmu
Aku yang menjadi kotak memori untuk setiap waktu yang kau singgahi
Aku yang menjadi melodi untuk mengapus lukamu
Lihatlah… lihatlah sekali aja kearahku
Jika aku kehilangan waktuku
Jika waktumu tak jua waktuku
Ingatlah…  Jika kau lupa akan keberadaanku
Maka disinilah aku… akan mengurai waktu untukmu, maksudku.. kita
Viola… Ini aku yang kau anggap sahabatmu, jangan lagi kesal karena aku yang melukis akanmu bukan dia
Ini aku yang selalu melihat kearahmu… bukan dia…
Bisakah kau juga hanya melihat kearahku?


Inginnya itu yang kusampaikan saat didepan kelas kala itu, namun apalah artinya… aku hanya menyampaikan rangkaian kata yang membuatmu kesal, tulisan itu tak pernah kau lihat bukan?  Jadi jika kau ingin membacanya langsung kau harus kembali… aku menunggu…

Selasa, 07 April 2015

Pesan Cinta Hasta #3

Masih tak kudengar kabar darimu… Entah surat surat ini akan kutujukan kemana, tapi disinilah aku yang tengah terjaga dalam kerinduan akan dirimu. Ingatkah 4 tahun silam? Saat pertama kalinya kau jatuh hati pada seseorang… aku masih ingat bagaimana caramu tersenyum saat itu, benar benar indah dan berbeda, sebuah senyuman yang tak pernah kau tunjukan padaku sebelumnya, kau bilang… “Hasta… Jadi ini yang namanya cinta? Ahhh… rasanya gue punya seribu alasan untuk terus bahagia” kau mengatakannya dengan… entahlah tak ada kata yang bisa ku sandingkan untuk menggambarkan kebahagiaanmu saat itu. Dan aku hanya membalas singkat “Entahlah… loe tahu sendiri gue belum pernah jatuh cinta” dan kau hanya tersenyum meledek kearahku, mata kita tak bertemu saat itu hanya menatap penuh pada bintang beralaskan langit yang gelap. “Loe harus jatuh cinta, supaya loe juga bisa ngerasain apa yang gue rasain sekarang… Pokoknya loe harus janji, gue adalah orang pertama yang harus tahu siapa cinta pertama loe” lagi… kita saling mengaitkan kelingking setelah kau mengucapkannya. Vi.. sudahkah kau terima pesan rindu yang kutitipkan? 

Senin, 06 April 2015

Pesan Cinta Hasta #2

Hari ini aku melangkahkan kakiku ke sebuah taman, taman yang hanya berisikan hamparan rerumputan dan 3 buah bangku panjang… Kini langit begitu biru, tentu bintang tak terlihat saat ini, jadi aku tak bisa memintanya untuk menyampaikan kerinduanku padamu. Ku tulis pesanku padamu kali ini di markas kita, langit benar benar indah jika kulihat dari sini, aku bahkan bisa merasakan desiran angin mengelilingiku, rumah pohon ini.. masih ingatkah Vio?
Sebuah rumah pohon yang dibuat oleh ayah kita, untuk ulang tahun kita yang ke 9 yaa saat itu 08 Mei 2005. Ingatkah mata kita ditutup oleh syal berwarna merah hadiah dari ibumu untuk kita, tangan kita saling menggenggam dan kita melangkah dengan arahan tangan hangat ayahku juga ayahmu yang kini tengah berada di surga melihat kita tumbuh… Hanya satu reaksi kita saat syal itu dibuka lembut oleh bunda dan ibumu, yaa kita menjerit lalu menatap satu sama lain terkagum dengan sebuah rumah pohon bercatkan warna biru-hitam dengan nama kita dibagian atapnya. Ingatkah kamu Vio… bagaimana sejak itu, rumah pohon itu menjadi markas kita. Aku ingat bagaimana kau mengatakan ini “Pokoknya ini hanya miliki kita, gak boleh ada seorang pun yang naik atau bahkan menginjakan kaki di rumah pohon ini. Janji?” kau mengatakannya dengan senyuman yang terlukis indah, dan aku hanya bisa membalas dengan tersenyum kearahmu sambil mengaitkan jari kelingkingku padamu sebagai tanda janji kita.
Ku harap angin ini akan membawakan pesan rinduku untukmu… Disinilah aku kembali membuka setiap memoriku denganmu menikmati setiap desiran angin yang terhempas lembut kearahku…



Minggu, 05 April 2015

Pesan Cinta Hasta #1

Kau memintaku melakukannya… Jadi disinilah aku, aku tak tahu bagaimana isi pesan cinta yang kau inginkan tapi akan kujadikan pesanku untukmu menjadi kotak memori yang akan kita simpan bersama….
Kau sangat menyukai bintang bukan? Selain aku, bintang adalah alasan lain untukmu agar bisa terus tersenyum, namun akankah bintang itu menyampaikan kerinduanku untukmu Vio… Entah sejak kapan kita mulai bersama dan saling bertukar kisah setiap harinya… Sejak kita lahir bahkan kita ada diruang yang sama, di hari, bulan dan tahun yang sama… 08 Mei 1994 mungkinkah hari itu adalah takdir untuk kita? Atau hanya sebuah kebetulan? Untukmu yang kini lupa… Aku akan mengurai segalanya untuk membuatmu ingat… Pesan cintaku benar benar akan menjadi kartu memori untuk kita… ya untukmu dan untukku
Saat itu satu minggu sebelum ulang tahun kita yang ke 8, artinya tanggal 1 Mei 2002 saat itu kau membuatku takut, kau tenggelam saat kau tengah berenang dan aku sama sekali tak tahu harus berbuat apa karena aku tidak bisa renang. Aku hanya menangis dan berteriak sampai orang orang akhirnya menolongmu yang akhirnya tidak sadarkan diri. Itulah alasanmu trauma untuk berenang, bahkan kau akan ketakutan meski hanya memainkan kakimu dalam kolam renang, terkadang kau juga akan ketakutan meski hanya melihat kolamnya saja dan sejak saat itu aku belajar berenang karena aku takut kelak kau akan tenggelam lagi dan aku tidak ingin hanya menangis dan berteriak lagi, aku ingin menyelamatkanmu… Bahkan kini aku adalah seorang atlet renang, seorang atlet yang tak pernah kau dampingi ketika aku harus bertanding karena ketakutanmu, sampai akhirnya entah mengapa untuk pertama kalinya kau hadir dalam pertandinganku semasa putih abu kita dikelas 2, meski kau melihat dari bangku paling belakang dan aku masih bisa merasakan ketakukan di parasmu. Jika kau masih takut seharusnya tak perlu datang. Tapi sungguh rasanya bahagia melihatmu dikursi itu… kursi paling belakang arena pertarunganku dengan membawa kertas karton bertulisakan “#GO #FIGHT #WIN HASTA!”  kini aku masih bisa melihat tulisan itu.. tertempel dengan rekat di dinding kamarku… Jika kau bisa mengingatnya, ingatkah saat itu kau tersenyum dibalik ketakutanmu namun aku tahu senyum itu berbeda saat aku memenangkan pertandinganku menempati juara 1, mungkin kau lupa sejenak akan ketakutanmu saat itu…

Ku harap bintang akan menyampaikan kerinduanmu untukmu… mungkinkah kita kini menatap langit yang sama Vio…

Sabtu, 04 April 2015

Pesan Cinta Hasta

Sebuah tulisan mengenai 2 insan yang saling merindu namun tak bisa berjumpa, kerinduan seorang Hasta pada Vio. Hasta yang tengah berjanji akan menulis pesan cintanya sampai Vio akan kembali kesisinya, melangkah lagi bersamanya bertukar kisah lagi dengannya. Sepasang sahabat yang terpisah oleh waktu saling melangkah dengan asing tanpa keberadaan satu sama lain. Pesan cinta untuk Vio, Hasta harus melakukannya untuk membuat Vio kembali… Namun akankah waktu benar benar mempertemukan mereka kembali? Atau semua hanya kesemuan seperti angin yang hanya bisa dirasakan namun tak pernah bisa digenggam…