Senin, 20 Februari 2017

Minggu Cerdas with Komunitas MaCa

Hallo.. Lama gak nulis disini, berhubung kondisi badan lagi gak fit dan gak mood buat ngelakuin apapun, jadi mau share aja nih soal komunitas lagi, setelah sebelumnya pernah bahas komunitas Taman Teknologi/ Atap Langit, Save Street Child Bandung, Sibejoo, Lens Art Photography Bandung dan terakhir bahas komunitas KOMPAK, kali ini mau bahas salah satu komunitas kece yang ada di Cimahi, namanya komunitas "MaCa" (Cimahi Membaca). Awal tahu keberadaan komunitas ini sih via obrolan chat yang isinya oarang-orang keren dari berbagai komunitas Cimahi-Bandung, nah berhubung komunitas ini rutin banget nih ngadain kegiatan di setiap minggu pagi sampe siang, jadi tertarik untuk singgah, sekedar melihat apa aja sih yang dilakuin sama komunitas ini. 

Lapaknya komunitas ini di Taman Kartini, Cimahi, alhamdulillah pas kesana gak nyasar, agak linglung aja karena baru pertama kali kesana (padahal warga cimahi) hehe.. Waktu tiba disana sekitar jam 8an lewat banyak lah, dan lapaknya udah buka loh.. Mata langsung tertuju pada sebuah tulisan ini




Lama lama banyak banget anak anak yang baca disana, seneng deh liat mereka antusias baca :) eh gak cuma menyediakan lapak baca gratis loh, ada fasilitas lebih yang diberikan oleh komunitas ini yaitu mendongeng. Meski udah mahasiswa tetep aja seneng kalau denger dan lihat orang mendongeng, ngerasa takjub aja, waahh... Tema dongeng kemaren adalah " Misteri Kulit Pisang " lucu deh, alih alih merhatiin yang dongeng saya malah merhatiin ekspresi wajah anak anaknya, hehe.. dan waaah... mereka benar benar antusias. Oh iya yang memberikan dongeng minggu ini namanya Kak Yeni :) tapi sebelum dongeng nyanyi dulu sama mang Idon :)





Berhenti disitu ? Oooo tunggu dulu, ternyata ada yang lainnya, ada agenda "Berbagi Kabisa" nah berbagi kabisanya tentang tanaman hidroponik, itulooh cara menenam tanpa media tanah, kali ini gak cuma anak anak yang antusias, tapi ibu-ibu dan bapak-bapaknya juga pada ngumpul dan tertarik untuk belajar tanaman hidroponik ini. Saya sendiri setelah melihat prosesnya langsung duduk karena sudah merasakan guncangan dunia *ehh, aga sedikit pusing karena memang kondisi badan sedang tidak fit *curhat. Nah oke lanjut ke topik, setelah menjelaskan bagaiman sih cara menanam tanaman hiroponik yang disampaikan oleh bu meita dan pak alvi, saatnya praktek langsung :) *Yeay (Padahal gak ikut nyobain, tapi ikut happy) haha




Udah? udahan? hoho.. masih ada waktu sampai lapak ditutup, lapak baca gratis sendiri berakhir jam satu siang, nah sambil nunggu sampe lapak tutup, adik adik kita masih diberikan fasilitas yang kece, muali dari menggambar, mewarnai sampai main lego :)




Baikalah lapaknya tutup saatnya beres-beres dan pulang, meski gak disana sampai lapak benar benar tutup tapi senangnya bisa mampir kesana :) Terutama untuk warga cimahi ini, hayoo ajak adeknya, kakaknya, mamahnya, bapaknya, omnnya, tantenya, kakek neneknya main ke Taman Kartini setiap hari Minggu pagi sampe siang. FYI nih buku buku yang disediakan oleh komunitas ini gak cuma buku anak-anak ko, dari yang saya lihat sih semua koleksi bukunya juga cocok untuk semua kalangan :) Jadi ayoo budayakan membaca pada sikecil dan sibesar :D. 



Yang mau kepo kepo langsung cuss aja nanti minggu ke lokasi, atau boleh kepoin dulu Facebooknya di Hayu Maca  atau bisa juga via IG di @CimahiMembaca 

FYI : Komunitas MaCa sendiri sudah berdiri sejak 16 Oktober 2016. Salut buat gerakannya, benar benar mencerdasakan anak bangsa nih ^^

Selasa, 14 Februari 2017

Rindu Patah Hati

Katakalah seseorang sedang rindu patah hati.
Sebelum ada hati yang patah, ada sebuah simpul senyum yang sulit dilepaskan
Sebelum ada hati yang patah, ada hati yang saling membahagiakan
Sebelum ada hati yang patah, ada banyak kata rindu dalam setiap sepasang langkah
Maka, bagian manakah yang paling kau rindukan
Cinta selalu bicara soal waktu, saat ini kau bilang "Kau adalah duniaku", besok lusa mungkin kau akan berkata "Dunia yang kuimpikan, berbeda dengan duniamu"
Dibalik kata cinta, berjarak tipis sekali ada kata melepaskan
Entah saling melepaskan untuk kemudian bertemu kembali, atau saling melepaskan untuk berbalik sepenuhnya
Jika sudah ada hati yang dipatahkan, maka cintalah yang dipersalahkan
Mereka bilang, hal teregois di dunia ini adalah cinta, mungkin karena dia bisa datang dan menetap disaat tidak diharapkan sama sekali, atau justru memilih pergi saat diharapkan untuk tetap tinggal.
Adakah seseorang yang hanya mengerti patah hati?
Bukankah dibalik perasaan yang tak terbalas masih ada kata cinta dan bahagia, masih ada senyum juga tawa, dan didalamnya masih ada cerita tentang manisnya cinta, dan ingin saling membahagiakan.
Orang yang lebih patah hati, artinya dia masih merasa bukan? Bukankah itu lebih baik dibandingkan dengan orang yang sama sekali tak mengenal kata cinta. 

Senin, 05 Desember 2016

Selamat Hari Relawan Sedunia

Mendadak pengen curhat *ehhh. 
Mungkin karena hari ini (05/12) adalah hari RELAWAN SEDUNIA. Sedikit share dan flashback tentang aktivitas volunteering yang pernah saya ikuti. Pada dasarnya setiap orang selalu peduli dan berbagi, tapi sejauh mana kita bisa peduli dan berbagi terlebih untuk orang lain ? Sejauh mana bisa menjadikan rasa peduli dan berbagi menjadi panggilan jiwa ? 
Aku? Ngeuh mengikuti aktivitas volunteering sejak mengikuti salah satu komunitas di Bandung yaitu TAMAN TEKNOLOGI disana ngapain aja ? intinya bermain dan belajar sama bocah-bocah  yang selalu bikin greget dan ngangenin, sayangnya hanya bisa 3 tahun untuk selalu pergi dan kembali ke taman mereka. Tapi kalau dipikir-pikir awal mengikuti kegiatan vounteering saat SMA dulu, sewaktu mengikuti kegiatan P2M untuk membantu pasca peristiwa Gunung Merapi meletus,disana sih jadi kuli haha, tapi biar harus kucel dan lelah karena nguli, serunya kebangetan karena bareng-bareng sama temen temen di PASKIBRA KOTA BANDUNG. 
Aktivitas selanjutnya masih berupa komunitas juga namanya SAVE STREET CHILD BANDUNG (SSCB). Untuk kegiatannya sendiri gak jauh berbeda dengan TAMAN TEKNOLOGI (Tamtek)  atau yang kini akrab disapa ATAP LANGIT (Alang). Sayangnya disana pun hanya sekitar 2 tahunan saja. Well, banyak banget hal yang bisa diambil sejak menjadi volunteer disana. Bedanya SSCB dengan Tamtek atau Alang ? Mungkin target anak-anaknya, pada dasarnya sih sama belajar sambil main sama anak-anak. Kalau diinget-inget sering banget kita belajar dibawah tenda biru kalau lagi hujan, biar ga nyaman dan gak kondusif tapi suasannya hangat sekali :) 
Belum lama ini tergabung bersama komunitas yang domisilinya di Kab. Bandung Barat yaitu SIBEJOO, Awalnya kaget kali ya, biasanya berurusan dengan para pemuda dan bocah-bocah, kalau disini dengan semua kalangan ^^ di sibejoo sendiri tergolong anak baru karena baru sekitar setahun ada disini. Kalau sekarang sih lagi jadi anak bawang di KOMPAK (Komunitas Muda Peduli Aids dan Narkotika Bandung),  di BAP (Bandung Art Photography), dan di SIBEJOO pastinya. 

Seringnya kelewat kagum sama sosok sosok luar biasa, mau bilang terima kasih sebanyak-banyaknya dan maaf sebesar-besarnya untuk orang-orang dibawah ini

Kak Daud, Kak Ello, Kak Rama, Kak Febri, Kak Erwin, Kak Innes, Kak Nia, Kak Nura, Kak Olga, Kak Tia, Kak Pede dan kakak-kakak lainnya di SSCB rasanya kangen banget loh untuk bisa kumpul kayak dulu. 

Teh Dewi, Teh Gege, Teh Uul, Anis, Tika, Ana, Kang Hendra, Kang Hamdan dan semua volunteer di TAMTEK/ALANG terutama untuk Anis,Tika dan Ana yang udah fight sama sama selama 3 tahun bareng aku, maaf suka ngatur dan marah-marah kalau lagi klimaks hee... 

Buat founder dan co founder Mas Hersus, Mas Angga dan Mas Alex yang sudah seperti ayah sendiri, dan gak lelah mendengakan keluhan anaknya yang satu ini, dan best partner buat Nenden Sumarni yang juga selalu menginsirasi kalau soal baperan *ehh pasinya juga buat seluruh volunteer SIBEJOO yang aduuh gak bisa disebutin semua da banyak pisan

dan untuk volunteer KOMPAK yang selalu strong :) dan barudak BAP yang sejauh ini hanya bisa menjaga silaturahmi via wa hehe.. 

SELAMAT HARI RELAWAN SEDUNIA
BUAT SEMUANYA
TERIMA KASIH TELAH MENGINSPIRASI

ANUGRAH TERINDAH YANG TUHAN BERIKAN 
ADALAH MEMBERIKU KESEMPATAN
UNTUK MENGENAL ORANG-ORANG HEBAT
SEPERTI BELIAU-BELIAU :)




KOMUNITAS TAMAN TEKNOLOGI / ATAP LANGIT

KOMUNITAS SAVE STREET CHILD BANDUNG

KOMUNITAS SIBEJOO / YAYASAN PEDULI BERBAGI

KOMUNITAS KOMPAK

KOMUNITAS BANDUNG ART PHOTOGRAPHY



Sabtu, 03 Desember 2016

MENGENAL KOMUNITAS KOMPAK

SAMPURASUN....

Bandung, sebuah kota yang keren bukan? Bukan hanya soal taman atau tempat tempat kuliner yang bikin betah untuk tinggal, bukan hanya wali kotanya yang keren, nyatanya anak mudanya juga gak kalah keren. Gimana gak keren, banyak banget komunitas di Bandung yang isinya mojang bujang Bandung yang pada kece. Kali ini mau bahas salah satu komunitas yang isinya anak anak muda yang care banget sama generasi muda sekarang, terutama dalam memberikan pemahaman tentang bahayanya narkoba dan HIV/AIDS. 
Sebuah issue yang bisa dibilang bukan hal yang asing lagi kalau kita bicara soal Narkoba dan HIV/AIDS, tapi masih sangat perlu untuk diperhatikan, sangat sangat sangat urgent. Siapa lagi penggerak bangsa ini 10-20 tahun mendatang kalau bukan anak anak muda Indonesia. Gak usah secara meluas dulu deh, paling enggak buat Bandung dulu, hehehe... 
Nah, pemuda Bandung yang care sama masalah ini tergabung di sebuah komunitas bernama KOMPAK a.k.a Komunitas Muda Peduli Aids dan Narkotika Bandung. Kurang lebih sudah ada 3 generasi. Komunitas ini ada dibawah naungan DISPORA, basic-nya anak anak muda yang tergabung disini menjadi seorang relawan, untuk kegiatannya sendiri seringnya berupa kegiatan preventive, dimana para pemuda ini mengadakan penyuluhan tentang pencegahan HIV/AIDS dan Narkoba  ke sekolah-sekolah yang ada di Bandung, tapi gak terbatas di sekolah loh yaa...
Baru-baru ini KOMPAK mengadakan ROADSHOW Pencegahan HIV/AIDS dan Narkoba di 3 sekolah, yaitu di SMP dan SMA Al-Hadi, SMA Al-Gifari dan SMA YAS. Ada yang unik ketika mereka mengadakan aksi penyuluhan di SMA YAS karena mereka berkolaborasi dengan Si Cepot. Tidak hanya volunteer KOMPAK, tapi dari pihak BNN dan polisi yang selalu menangani kasus narkoba juga terlibat di roadshow kemarin. Jumlah relawan yang tergabung sendiri saat ini sekitar 60 orang. 
Sedikit share aja nih, yang nulis ini juga salah satu relawan di KOMPAK, dan masih anak baru haha, awal bergabung? Ajakan teman hehe, untuk angkatan baru kita di training terlebih dulu untuk menjadi seorang relawan dan penyuluh yang baik dan menyenangkan. Bisa dibilang merasa beruntung bisa tergabung disini, banyak ilmu dan hal hal menarik yang terjadi. Relawan yang tergabung saat ini juga bermacam macam warnanya *ehh maksudnya beragam, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, bahkan yang sudah bekerja sekalipun yang pasti sih masih pada muda-muda :)  
Buat warga Bandung, khususnya yang merasa masih muda nih, di Bandung itu banyak banget komunitas, bahasanya sih "PABALATAK" komunitas sosial? fotografi? videografi? bahasa asing? bisnis? komunitas yang care sama lingkungan? mau komunitas apa lagi? semuanya ada di Bandung. 
Jujur yang nulis bukan orang Bandung sih, tapi lahir di Bandung ko :) hehe, hayu ahh yang muda muda "Dunia udah sempit jangan dipersempit" hehe ikuti kegitan positif yang sesuai dengan passionnya kamu, biar gak bosen dan manfaat juga, atuh mumpung masih muda cenah :D . Udah sih intinya ngenalin KOMPAK, yang mau kepo bisa kepoin IG nya di @kompakdispora. 

Pokoknya inget yaa PEMUDA JUARA MAH PEMUDA BERSIH NARKOBA, satu lagi kita BEBAS BERGAUL dengan siapapun TAPI.... JANGAN SAMPAI TERJEBAK DI PERGAULAN BEBAS *duuh caps lock-nya rada jebool yaa hehe... 

Next kita bahas komunitas sosial yaa :) 

Nih sisa-sisa roadshow anak KOMPAK kemaren... 










PEMUDA ! JUARA !
PEMUDA ! BERSIH NARKOBA !!!

Sebuah Rasa - Memberi dan Menerima

Apa yang kau tahu prihal sebuah rasa ? Orang bilang cinta itu prihal waktu, waktu yang akan memutuskan apakah kau harus mencintai seseorang atau hanya mengabaikannya. Bukankah waktu adalah sebuah media ? Tergantung bagiamana caramu menggunakannya, akankah kau gunakan untuk menciptakan sebuah rasa, menghilangkan sebuah rasa atau hanya membiarkannya pergi. Aku tahu, cinta bukanlah cinta jika kau hanya berbicara mengenai kebahagiaan tanpa luka. Apa yang akan kau pilih? Adakah keadilan dalam mencintai dan dicintai?

Cinta berbicara mengenai memberi dan menerima, jika hanya salah satu apakah masih bisa dibilang cinta? Ada yang bilang cinta itu tak ada logika, hanya berbicara mengenai rasa tanpa pikir. Bukankah ketika kita mencintai seseorang kita akan melakukan keduanya ? Kita akan merasakan bagaimana cinta membuatmu bahagia ataupun terluka, kita juga akan memikirkan banyak hal karena cinta. Akankah kita bisa menahan diri untuk tidak melukai orang yang kita cintai dan akankah kita selalu membuat orang yang kita cintai untuk lebih banyak merasakan bahagia?

Cinta menurutku selalu berbicara mengenai dua sisi, bahagia dan terluka, memberi dan menerima, perasaan dan pikiran, hal hal semacam itu seperti paketan yang tak dapat dipisahkan. Cinta yang seperti apa yang ideal? Aku masih memikirkannya.

Lalu ketika kita memilih untuk mencintai seseorang dan bertahan pada rasa itu, tapi semakin kita memberikan perasaan kita justru kita terluka lebih banyak, maka jenis cinta seperti apa itu ? Kurasa itu aku, memilih pada sebuah cinta yang memberiku luka lebih banyak. Sepertinya aku terlalu banyak menangis dibandingkan tersenyum. Tidak, bahkan aku tidak tahu apakah ini sebuah cinta atau bukan. seringnya aku hanya ingin mempercayai apa yang ingin aku percayai.

Kurasa yang aku lakukan masihlah adil, baik untukku atau untuknya. Aku akan menjaga apa yang harus aku jaga dan memperbaiki apa yang harus aku perbaiki. Cinta masih hal abtrak bagiku. 

Rabu, 19 Oktober 2016

Ttik Rapuh

Saat perasaan itu muncul kembali, saat dimana perasaan diabaikan, tidak dihiraukan, dan ditiadakan, saat perasaan itu muncul kembali, maka satu hal yang akan aku lakukan, mundur perlahan sampai menghilang dengan sendirinya, karena dibanding merasa diasingkan lebih baik mengasingkan diri, Itulah aku dan salah satu keakuanku.

Selasa, 18 Oktober 2016

Aku dan Keakuanku #Merasa

Pesan cinta ?
Entahlah, mungkin iya, atau mungkin ini hanya sebuah tulisan klise dariku
Aku selalu mengaku jika aku jatuh cinta bukan? Kali ini bukan pada malaikat malaikat kecil bersayap seperti waktu sebelumnya, bisa kubilang mereka adalah malaikat tanpa sayap
Kau tau apa yang membuatku jatuh cinta ?
Cara mereka memberiku, apapu itu yang mereka berikan
Nyaris tak memiliki cerita, karena aku adalah aku dengan segala keakuan yang abstrak
Tahukah aku sering dibuat merasa karenanya...
Ah hidupku memang sudah terlalu merasa sedari dulu
Aku mudah merasa sedih karena hal sepele
Aku mudah merasa kesal karena hal kecil
Aku mudah merasa marah dan kecewa hanya karena sesuatu yang semu
Tapi
Aku juga mudah merasa jatuh cinta karena hal kecil
dan... aku mudah merasa bahagia karena hal sederhana
Karena kau tahu ? Hal kecil dan tak berguna bagi orang lain, bisa menjadi hal yang paling mempengaruhi hari hariku
Aku suka sekali bercerita ini dan itu, bukan ingin pamer bagaimana aku merasa sedih, lelah atau bahkan bahagia
Karena yang aku tahu, tulisan adalah sahabatku sejak dulu, entahlah, mengaksara membuatku merasa ringan
Sendirian? ya mungkin aku terlalu sering sendirian, apa daya, aku dan keakuanku bukanlah hal yang mudah untuk membaur
Kesepian ? Aku mungkin juga sering merasakannya, seringnya mungkin aku pura-pura bahagia, maka dari itu ketika aku "ditemani" maka itu adalah kebahagiaan bagiku
Aku dengan segala keakuanku sejak dulu diacuhkan, seringnya aku menjadi tidak terlihat dengan sendirinya, tahukah bagaimana rasanya sendirian ditengah keramaian ? bukan hal aneh bagiku
Ketika aku jatuh cinta, yang aku takut saat apa yang kurasakan memudar, artinya aku mulai sendirian lagi.
Sebuah lingkaran yang memberikanku kenyamanan yang teramat sangat, sebuah lingkaran yang juga mengakui jika aku ada, bahagia bukan kepalang saat keberadaanku dapat dilihat
Tapi tahukah? kadang aku bahkan merasa lebih buruk dari angin, meski angin tak dapat dilihat setidaknya ia dapat dirasakan, lalu bagaimana jika keberadaanmu adalah ketiadaanmu bagi mereka?
Saat aku merasakannya, yang ingin aku lakukan hanyalah lari, tapi seringnya aku memilih tinggal berharap akan ada celah agar mereka bisa melihatku
Entahlah, mungkin aku yang kurang bersyukur, saat semuanya jelas jelas melihatku terkadang itu adalah beban, aku hanya takut saat mereka percaya padaku dan aku akan mengecewakan dengan segala keakuan yang aku miliki.
Mereka berbeda aku tahu itu, malaikat-malaikat tanpa sayap itu selalu tersenyum dan memberikan kehangatan yang mungkin aku tidak bisa dapatkan ditempat lain
Terkadang aku begitu egois karena aku ingin menginginkan lingkaran abadi yang selalu bisa memberikanku kebahagiaan, meskipun aku sangat menyadarinya, akan ada saat mereka meninggalkanku atau justru aku yang meninggalkan mereka
Tahukah? Luka luka ku belum pulih, bisa kembali tergores kapanpun, seolahtak mau hilang dan menetap ditempat yang sama
Aku selalu jatuh cinta untuk setiap pijakanku, tapi aku tak pernah bahagia dengan segala arah yang ditunjukkan padaku'
Aku tahu, aku dan keakuanku memang sangat menyebalkan
Jika boleh, izinkan aku untuk merasa kembali, saat aku memejamkan mata dan melihat mereka tersenyum kearahku, dan menyinariku dengan kehangatan aku sungguh ingin berlangsung lama sampai aku lupa jika aku ini masih dibumi...

Jumat, 08 Juli 2016

No Subjek

Bolehku bilang, jika dirimu menggores ditempat yang pernah terluka sebelumnya?
Sebuah luka yang sama ditempat yang sama
Bisakah, ajari aku?
Untuk mengabaikan sikapmu, seperti kau mengabaikan semua hal tentang diriku
Untuk berhenti berpikir tentangmu, seperti kau tak memikirkan apa yang ku rasakan atas hal tak berasalasan... Karenamu
Berhenti hanya mencari sebuah alasan, untuk hal yang memang tak mendasari
Ini aku, yang bisa mendadak demam karena memikirkan seorang teman
Pantas aku terlalu merasa, karena sikapmu yang ternyata membedakan
Berhentilah, berhenti seolah tak ada masalah
Berhentilah, berhenti seolah tak ada apapun
Semudah itu?
Tak peduli aku mencari, lagi aku tak mengerti dan tak menemukan alasan apapun atas perubahanmu
Ini aku, yang bahkan tak nyenyak dalam tidurku hanya karena mencari alasan semu
Baik, aku akan berhenti disini, hanya akan menganggap semua baik baik saja
Mengabaikan apa yg tak perlu ku cemaskan
Berhenti gundah dan hanya perlahan mungkin tak lagi menganggapmu ada
Aku benci berspekulasi, karena takut..
Takut jika hanya pada akhirnya aku kehilangan
Mengertilah, dan berhenti membuatku merasa bersalah
Aku bahkan tak mengerti kenapa harus merasa bersalah atas apa yang tak lakukan
Kuanggap, kau hanya ingin menghilang, itu saja
Aku lelah hampir terluka disetiap kali fokus jalanku teralihkan karena sikapmu
Maaf, maaf, maaf... Hanya itu yg bisa kukatakan, jika memang aku menyakitimu
Maaf jika aku benar benar melakukannya
Rasa cemasku kuhentikan disini. Pada abjad yang selalu kau abaikan. 

Minggu, 26 Juni 2016

Kau

Kebekuan itu mulai terpecahkan perlahan
Kau pemecah keheningan
Bisakah, aku merasakan ini?
Jika aku mengaksara, akankau kau izinkan?
Karena.. hanya karena aku suka, dan itu cukup
Aku kembali tersenyum, dan aku tak membutuhkan alasan untuknya
Berhentilah menyebut sebuah nama
Kau tau, dirinya atau aku tak menyukainya
Berhentilah kau memecahkan segalanya
Cukuplah menjadi seorang adik yang baik, oke?
Adik baru, jangan nakal dan tetap tenang seperti sekarang
Doaku untukmu, bahagialah
Dan.. Mimpimu itu, raihlah ^^

Jumat, 24 Juni 2016

Buatku Terjatuh Lagi #Joo

Titik kerinduanku kembali memuncak pada satu titik yang lain
Dulu, terpana pada secarik kertas diantara hamparan kertas lainnya
Sejenak kuabaikan, detik waktu pada akhirnya berbisik padaku "Cobalah"
Jemariku pada akhirnya menari pada sebuah halaman web
Mataku terus menggerakkan sebuah halaman, tak asing
Pada satu titik, langkah kakiku melangkah lagi, akhirnya aku berpijak
Yang aku takut, aku berpijak namun tak berjejak
Waktu terus mengelabuiku, ku kira ia menjebakku 
"Lihat, ini tak seperti yang aku inginkan" ujarku pada detik itu
Ku bilang, waktu hanya memintaku menunggu lebih lama
Tak ada kabar yang kudengar, semua hanya sebuah ruang kosong tanpa aksara
Waktu akhirnya mengetuk, mengundangku masuk pada sebuah rumah 
Aku melingkar di dalamnya, bermain dengan imajinasiku sendiri
"Rencana apa lagi yang Tuhan aturkan untukku?"
Mungkin bukan keasingan, hanya ketidaknyamanan membuatku ingin pergi
Waktu kembali menarikku, menggodaku seperti biasanya
Tak seperti lingkaran lainnya, aku tak jatuh cinta, nyamanpun tidak
Ku "coba" mengakrabkan diri, hingga akhirnya aku terjebak dengan sendirinya
Waktu tak lagi menahanku, tapi aku yang ingin bertahan
Waktu tak lagi menjebakku, tapi aku yang melibatkan diriku masuk kedalamnya
Waktu tak lagi menggodaku, tapi ada sebuah rasa yang kutinggalkan
Sengaja, agar aku bisa kembali dan kembali lagi
Waktu tak lagi memaksaku datang, tapi kakiku terus melangkah pada arah yang sama
Lingkaran ini sama, namun berbeda
Ku bilang, aku kembali terjatuh, dan aku menyukainya
Lingkaran ini membuat gaduh, dan aku suka
Peduli berbagi, patahan kata yang membuatku jatuh cinta
Boleh ku bilang... aku mulai merasa kehilangan
Rasanya aku rindu pada sisi yang membuatku menjadi manusia
Ada bagian yang kini patah, patahan itu mengikis kembali sisi manusiaku
Perlahan kegaduhan menjadi hening dengan sendirinya
Perlahan tawa-tawa itu memudar dan aku mulai kehilangan setiap bayangannya
Boleh ku bilang rasa ini pun mulai kehilangan bayangannya?
Hanya, rumah yang ramai itu menjadi terlalu kosong
Ku kira ini hanya kecemasan semu, aku tahu ini hanya sementara, waktupun tahu itu
Kini aku hanya menunggu, sampai waktu akan menghampiriku lagi
Sampai waktu akan menggodaku lagi
Sampai waktu akan membuatku jatuh cinta lagi
Rasaku hanya terkikis sedikit, waktu akan memulihkannya bukan?
Sebuah titik rinduku yang lain untuk sebuah lingkaran yang manis dan hangat ^^

Kamis, 23 Juni 2016

Titik Kerinduan


Anggaplah sedang rindu untuk mengaksara, beberapa hari ini merasa ada yang salah dengan hati dan pikiran, dua hal yang seharusnya saling sejajar ini, sudah beberapa hari berjalan tak beriringan, ketika raga di tempat A, namun hati di tempat B dan pikiran di tempat C. Alasannya? Tak ada yang pasti, hanya ada sebuah kekosongan. Mungkin aku sedang merindukan sesuatu, akan sebuah rutinas yang kini tak lagi kujalani, haruskah aku mencari sebuah lingkaran baru? atau kembali pada lingkaran lamaku? Tak ada yang membedakan keduanya, persamaannya adalah aku akan menjadi orang asing lagi. Tak dipungkiri, aku hanya akan menjadi orang asing saat aku kembali, meskipun aku ingat banyak hal, tak akan kusalahkan jika mereka justru lupa akan keberadaanku dulu. Jikapun harus mencari lingkaran baru, menjadi asing adalah hal yang pasti, namun siapkah? kemauanku hanya sekadar kemauan tanpa tekad, hanya takut jika langkah ini tak berpijak kuat, terlalu banyak sisi manusiaku yang perlahan pudar terutama jika berbicara soal kepedulian, seolah kami tak pernah melangkah bersama lagi. 
Ada sebuah lingkaran yang kini sedang ku pijaki, aku juga sering bercerita tentangnya, sebuah lingkaran dimana aku tak banyak melingkar didalamnya, namun justru aku kerap kali mengeluh. Tapi tahukah? aku suka saat aku mengeluh pada seseorang, akhirnya ada yang bisa aku ajak bicara, aku tak lagi menyimpannya sendirian, seringnya ku keluhkan hal-hal yang justru tak perlu aku mengeluhkannya, tapi aku tetap melakukannya hanya sekedar untuk berbicara. Mungkin aku adalah jiwa yang kesepian, tak banyak orang yang selalu bercerita di media sosial, atau membuat blog untuk diarinya yang akan dibaca oleh orang-orang yang mungkin tak mengenalmu. Tapi aku suka, tak peduli orang lain menyebutku apa, aku hanya akan melakukan apa yang aku suka.
Akhir-akhir ini titik kerinduanku memuncak pada beberapa lingkaran. Hanya biarkan aku dengan kerinduanku, semoga aku dan kepedulian bisa kembali mengirama, mungkin kekosongan saat ini karena dia menghilang perlahan. Aku butuh amunisi untuk diriku sendiri, kembali beranjak dan melangkah, kembali bergerak dan mengirama, kembali untuk menguatkan sisi manusiaku yang pudar. Kekosongan ini aku benar-benar tak menyukainya...

Jumat, 03 Juni 2016

#P.A.T.A.H #Sumedang #MM



Patah? entahlah, mungkin seperti patahan waktu atau patahan memori, dari sekian banyak waktu yang sudah kuhabiskan sampai detik ini, dari sekian banyak memori yang bisa aku ingat dan tersimpan dalam sebuah kotak waktu yang tak hanya kumiliki sendiri. Senja menggerakkan jemariku untuk membuka sebuah folder setahun silam, “Dok. KKN”. Sudah pernah kuceritakan kehidupan 40 hari ku, bersama mereka yang Allah telah aturkan pertemuannya dengan indah, kubilang mereka anugrah lain dari sisi hidupku yang singkat, Esa, Bayan, Feisal, Taufik, Tisha, Dian, Ima, Manda dan Rahmah mereka selalu menjadi menyenangkan meski hanya dibalik sebuah obrolan sederhana dalam sebuah aplikasi. 

Sedang ingin berkelana dengan sahabatku, aksara, berkelana kemasa itu, masa yang kini hanya bisa diingat dan dikenang, tapi yang akan kubahas hanya saat bulan puasa saja, kepalang panjang jika diceritakan semua, biarlah hanya aku, mereka dan Tuhan yang memiliki ingatan utuh akan deretan peristiwa ini.

Program bulan ramadhan kala itu tak begitu banyak, yang rutin adalah program pengajian anak-anak dan orang dewasa. Tim dibagi menjadi dua kubu, Rika, Dian, Bayan dan Taufik dikubu satu #masjid bawah, dan Tisha, Rahmah dan Fei dikubu dua #masjid atas, Ima dan Manda? Mereka lebih suka menjadi juru masak kami ^^. Banyak cerita, banyak kekonyolan, banyak ini dan itu, bagaimana kami mengajar, bagaimana sikap anak-anak, tak jarang dibuat kesal atau malah tertawa karenanya. Pertama kali “waah… ada banyak anak-anak, pasti menyenangkan” meski memegang anak-anak kelas 5 SD yang tak selucu anak-anak kelas TK dan 1-2 SD, aku masih bisa bermain dengan mereka. Permaianan pertama, mmm aku lupa namanya, kita hanya perlu melingkar dan mengikuti perintah, entah menjadi bunga, meja, kursi, atau bahkan kulkas, anak-anak suka sekali menyuruhku menjadi bunga ^^. Kadang anak-anak dari mentor lain justru diam bersamaku saat aku harus mengajar kelas 5, emang udah dasarnya disukain bocah kali yaa *ups…  tapi kalah pamor deh dari sosok Rahmah yang keibuan dan sosok Taufik yang menjadi target utama para intel cilik, ganteng katanya. Kalah pamor juga sama Dian dan Tisha yang selalu bisa handel anak kecil, dan kalah pamor dari Fei yang kalem kalem ketje juga kalah pamor dari Bayan yang selalu bisa membuat anak-anak tertawa. Jadi gue? fix abaikan saja XD. Karena sikap hangat anak-anak berubah drastis saat gue jadi pelatih mereka untuk acara pawai pembawa bendera 17 agustus, “galak” dan “teriak-teriak” gimana enggak, pasukan anak-anaknya lebih dari 70 ya mesti teriak-teriak sampe suara ciut, untuk soal ini yang lain gak ada yang bisa ngalahin haha.. 

Baiklah, ayo bahas sesuatu yang lebih biasa, bagaimana kebiasaan kami di posko. Mulai dari sahur sampai sahur kembali ^^. Yang bangun pertama kali ya juru masak kita, karena yang tidur duluan juga mereka, jago banget soal urusan dapur, gue? emm paling diminta untuk buat nasi haha.. yang makan terakhir adalah bapak kepala keluarga, ini antara dia care sama kita atau pengen dapet jatah banyak karena penghabisan, abis kita kalau makan suka nyisain banyak ^^ haha.. Abis sahur, yaps saatnya antri kamar mandi, karena yang cowo mesti ke masjid, cewe-cewe ngalah dan jangan biarkan edoh yang jago masak bubur duluan ke kamar mandi, you know what? ini dia si-terlama di kamar mandi, bahkan kalau cuma wudhu aja juga serasa nungguin orang lagi nyuci baju *eh. Abis itu posko bakal kembali sepi karena semua akan terlelap kembali, paling barter ada gue yang ngurusin laporan, atau kabayan yang asik internetan, dan… Ah ini yang aku takutkan, saat aku mulai lupa dengan cerita yang ada #hiks. 

Ah ya, kalau di Bandung udah gak aneh kalau orang rumah beli batagor buat menu buka puasa, disini juga sama, kita doyan banget sama batagornya Sumedang di Mekar Mukti, adalah batagor yang keberadaan tahunya misterius, kita juga sering sebut “batagor padahal aci” karena ya itu, batagor sih namanya tapi isinya aci aja, emmm tahunya mistis hiiii… Tapi asli enak, dan kangen banget sama batagornya.. 

Sambil nunggu buka atau selepas tarawih kita suka banget main kartu, mulai dari remi sampai uno. Btw UNO gue dimana ya guys ? ahaha… Kalah? udah biasa, maklum anak baik-baik gak bisa main kartu #hueekk.. sekali permaianan gue pernah dianugrahi memakai helm, dikalungin sendok sayur dan sendok nasi itu sumpah berat banget main kartu pake begituan, pengen nabokin anak-anak jadinya *ups. Atau pake lipstiknya ibu negara, disaat yang lain dicoret di pipi dengan tanda loreng atau heart, pas giliran gue malah di bagian mata dilingkarin dan penuh banget kan jatohnya kayak abis dikeroyok masa, ala-ala memar memar bengep gimana gitu, sampai sekarang gak mau liat fotonya, asli menyedihkan, anak-anak sih cuma haha hihi aja, “Rika, itu kayak abis di tonjok” kan minta di cubit sampe lebam banget itu… pfffttt… 

Kebiasaan malam hari juga adalah ngecek air, karena air disana biasanya dua hari sekali fullnya, jadi kalau gak dicek yang jadi korban adalah cucian kita yang numpuk, yang biasanya ngecek sih ceu edoh dan kabayan, aku kadang-kadang hihi itupun nemenin doang megangin senter, sistem pengaliran air disana agak unik, biasa kali ya kalau di desa emang gitu, ehehe.. semuanya bersumber dari satu titik tapi dibagikan ke banyak titik (kayak kamu, bagi-bagi cinta kesemua orang -_-, ehhh gagal fokus) kita udah berasa kayak maling loh menyusuri setiap selang dengan jalan membungkuk (terlihat mengendap-endap) malem malem pula *duuh, kadang guyonan “ Udah cabut aja selangnya kita pindahin” sering terlintas dan muncul, tapi karena kami adalah mahasiswa baik-baik jadi semua itu hanyalah guyonan belaka yang tak pernah dilakukan.

Apa lagi ya? ahh ini dia, ibu negara, kita kalah sama dia kalau udah urusan televisi, hak ibu negara adalah menguasai TV sejak jam 13.00-17.00, kalau sekarang hitsnya UTTARAN, dulu lagi hitsnya ELIF, please itu lama banget tayangnya, kita ber-9 gak ada yang berani ubah channel tv. Atau kebisaan bapak kepala rumah tangga yang pagi-pagi udah konser di kamar atas, dan punya kehidupan sendiri, sampai dia akan muncul dengan sendirinya, malah pernah suatu ketika disiang yang terik bapak kepala menghilang, kita udah panik karena ini anak kok gak balik-balik, dihubungin juga gak bisa-bisa, sampai disusulin ke ladang, menerjang ombak dan naik turun perbukitan #boongdeng, gak taunya malah asik sendiri di dunianya yang antah berantah dengan kondisi badan keringetan dan bawa golok tanpa membawa hasil kelapa satu pun -_- gimana gak makin kesel coba haha

well kangen sih dengan mereka semua, masing-masing punya ciri khas sendiri, ada yang diem-diem tapi sekalinya ngomong bikin petjah suasana, ada yang suka mejeng depan kipas angin kalau siang-siang, ada yang doyan banget lama-lama di kamar mandi, weeww macem macem lah karakter mereka teh. Bahkan kangen juga rodi dua hari dua malam buat bikin properti dan meeting sampe tengah malem sama warga, dan yang menyenangkan adalah ketika meeting membawa tangan kosong tapi pulang meeting selalu membawa keresek gede berisi camilan khas sumedang *uyeaaah… yang bisa langsung habis sekali buka doang.

By the way selamat untuk Taufik Hidayat S.Pd atas gelar barunya dan status jombsnya yang sudah hilang, dan guys… ini rindu loh, selamat berjuang yaa untuk tingkat akhirnya, yuuk segerakan sarjana ^^ Karena semua akan sarjana pada waktunya dan akan menikah pada waktunya <3 yooossshhh

Bulan puasa kali ini sepertinya akan memiliki cerita lain ^^ Can’t wait…
Kalian selalu SEHAT dan BAHAGIA yaaa ^^

Patah

Kata kata itu ada, sebuah patahan kata yang pada akhirnya mematahkan
Mematahkan bagian sayap, hingga akhirnya kesulitan untuk terbang lagi
Mematahkan hati, hingga akhirnya luka yang tersisa
Mematahkan senyuman, hingga akirnya hanya ada kepedihan
Bukan prihal siapa yang mematahkan atau siapa yang dipatahkan
Sebab alasan hanyalah formalitas belaka
Sebab bukan siapa tapi mengapa
Karena kata mengapa berarti saling melukai
Karena kata mengapa adalah sebuah titik awal dan akhir
Yang ku tahu
Selalu ada akhir disetiap awal
Selalu ada awal disetiap akhir
Ini aku yang tengah menyaksikan orang-orang yang terpatahkan
Hanya bisa terdiam tanpa menenangkan 

Selasa, 03 Mei 2016

Ja-tuh Cin-ta

Banyu, kali ini aku mengambil arah yang berbeda
Tak seperti biasanya.
Banyu, sepertinya aku jatuh cinta...
Pada sebuah deretan abjad
Sang penulis bisa saja kaum adam atau bahkan kaum hawa
Anonim...
Tapi tetap saja aku dibuatnya jatuh cinta

Minggu, 01 Mei 2016

Aku Kamu

Aku terkesima, pada bulir-bulir rindu yang terkirim lewat angin pagi ini
Aku terkesima, pada setiap partikel doa yang terkirim disela keheningan malam
Aku terkesima, pada setiap celotehan yang terlayangkan dalam sela waktu yang padat
Ya.. ku bilang... aku terkesima dan aku suka itu
Terima kasih ^^ 

Kamis, 28 April 2016

Dear Mister !

Sepatah kata ku mulai
Patahan lainnya kuakhiri
Kamu.
Aku mulai benci menyimpan sebuah rasa
Pada kotak yang telah berpenghuni
Jadi mari mengakhirnya
Kita akan berjabat tangan
Dan saat itu kumulai lembaranku yang baru
Tanpa kamu ditempat yang kau sebut hati.

Selasa, 26 April 2016

Jemariku asing

Banyu, lama tak mengudara lagi bersama. Ada kepingan acak yang merusak ingatanku, aku rasa aku amnesia, pada beberapa kotak waktuku terdahulu. Banyu, jika semu adalah nyata, maka fakta apa yang tak bisa kusentuh? semuanya hanya menjadi abu dalam ingatan. Aku, aku ingin kembali mengingat, sebuah masa dimana aku tak harus memiliki alasan untuk tersenyum, aku ingin kembali, pada sebuah waktu dimana rinaiku adalah bahagiaku. Banyu, saat melintasi waktu, yang ada hanyalah jejak tak berpijak, sebuah langkah tanpa bayangan. Arah angin mengelabuiku, hanya sebuah sentusan magis, semuanya kabur dan aku hanya terdiam dalam sepi. Berapa banyak waktu lagi? aku tak ingin ahu dan tak ingin peduli. Banyu, kembalilah dan bawakan aku sepasang langkah itu lagi.

Sepasang langkah

Siapa sangka jika sepasang langkah akan mempengaruhimu
Karena sepasang langkah, kau ikut tersenyum
Karena sepasang langkah, kau ikut menghitung waktu
Karena sepasang langkah, kau bahkan menjatuhkan rinaimu
Siapa sangka jika sepasang langkah begitu berarti bagimu
Karena sepasang langkah membuatmu ingin kembali
Karena sepasang langkah membuatmu memcintai duniamu
Karena sepasang langkah membuatmu ada
Siapa sangka, kau akan dibuat jatuh karena sepasang langkah
Kita seperti dua buah garis sejajar
Langkah kita sama
Langkah kita beriringan
Namun tak pernah dipertemukan
Tak apa, aku tetap menyukainya
Bagiku itu adalah sepasang langkah ajaib
Terima kasih karena menjadi sepasang langkah yang bisa kulihat
Karenanya, aku lebih menyukai hidupku
Karenanya aku suka dengan dunia sekarang
Dunia yang sama namun berbeda

Rabu, 06 April 2016

Be a volunteer @Sibejoo

Ditemani sebuah rinai, boleh kan sedikit bertukar abjad? tepatnya sedang ingin mengaksara, tak jarang kuceritakan mengenai sebuah lingkaran, bagaimana aku mulai merasa didalamnya, kini ada lingkaran lain yang aku tengah terlibat didalamnya, tepatnya aku melibatkan diri. Belum lama, baru sebentar memang, tapi tak apakan kubuat barikade abjad lagi? Ini tetaplah bukan hal romantis apalagi puitis, prihal rasa aku lebih suka menuangkannya dalam abjad, siapa tahu... mungkin aku kan lebih jatuh cinta lagi...

Bukan sebuah surat yang ditujukan pada siapapun, ini sedikit celotehku mengenai Sibejoo. Tak berbeda seperti pada lingkaran lainnya, disini aku hanyalah volunteer, tak banyak yang bisa kuperbuat, hanya.. ini dan itu, ini tak sebanding, karena nyatanya banyak yang aku peroleh. Selalu seperti itu, maka bukankah aku harus berbuat lebih banyak lagi? Aku tahu seharusnya, tapi apalah aku yang hanya bisa ikut melingkar sekali dua kali... Meski begitu, aku suka membuka kotak waktuku dalam folder sibejoo, tak ada alasan yang pasti, aku hanya menikmatinya, percakapan, candaan, tawa, bahkan pikiran yang bercabang dan petjah. Sedikit sisi manusiaku kembali karena mereka, dan kusuyukuri itu, karena lagi... Ada disini, adalah sebuah anugrah indah yang Tuhan aturkan untukku, bisa mengenal "sibejoo" sebuah jalan yang tanpa sengaja kusetapaki ketika menuju rumah yang ingin kutuju, apalagi jika bukan mimpi sadarku.

Jika kalian ingat, aku pernah sering sekali update di media sosial, membuat whatsapp dan line grup berisik sekali karena memposting tentang Jatigede, atau ada beberapa orang yang notifnya kubuat banyak karena hal ini. Respon yang diberikan beragam, kuyakin tak perlu kujabarkan. Sebelumnya ucapan terima kasih terdalam untuk yang sudah ikut terlibat didalamnya, hal apapun itu, rasa terima kasihku semoga angin menyampaikannya pada kalian, aku tahu Tuhanpun tahu, kebaikan sekecil apapun tak akan pernah luput dari Sang Maha Melihat. 



Sidikit dari kebekuan waktu yang masih kusimpan dalam sebuah folder, jika harus kutunjukkan semuanya, ku rasa akan sedikit membuat kalian terkejut... Didalamnya bercerita saat pendampingan psikologis anak anak Jatigede, pemberian donasi dari para relawan dan masyarakat, kondisi Jatigede saat itu, dan hal lainnya yang tak bisa kuuraikan dengan detail. 
Ini bukan aktivitasku yang pertama dalam tugas kerelawanan, aku tahu dunia volunteer adalah hal baru bagi duniaku, akupun tak banyak terlibat dalam tugas Jatigede (SIBEJOO) jika dalam hitungan, aku hanya berkunjung dua kali, yang aku suka adalah saat kunjungan keduaku, karena saat itu aku bertemu dengan banyak langkah langkah menggemaskan, anak-anak.. aku selalu menyukainya, meskipun sekolah mereka hitungan KM dan harus berjalan kaki, dan fasilitas sekolah yang jauh dari kata memadai, nyatanya mereka adalah anak-anak yang tangguh dan tetap bisa menebar keceriaan saat kami datang, kami bermain bersama, menebar canda dan tawa, bernyanyi bersama, berbagi makanan bersama, bercerita ini dan itu, aahh sungguh aku menyukainya, meski teriknya matahari sungguh membuatku gemas. Satu hal yang kuperoleh, aku semakin ingin menjadi seorang guru, karena mereka, siapa tahu kelak aku aku akan berpetualang ke penjuru negeri bertemu langkah-langkah menggemaskan lainnya :) 

Tak lama berselang, musibah banjir Baleendah memanggil Sibejoo untuk turun langsung kelapangan, lagi, aku tak banyak melibatkan diri dan hanya sekedar melihat dari kejauhan, tim yang bertugas membuatku takjub, betapa mereka benar-benar meluangkan waktu mereka untuk orang lain, berbicara mengenai kemanusiaan memang bukan topik yang sederhana. Rasa kagumku semakin bertambah, kudengar cerita cerita saat tim dilapangan, rasanya? kepalang campur aduk, bahkan aku tak tahu bagaimana cara menguraikannya. Yang aku tahu, kelak saat waktuku bisa kuluangkan lebih banyak lagi, aku ingin terlibat lebih banyak, bukan hanya sebagai penonton dan pendengar, aku ingin merasakan sensasinya, aku tak tahu apakah aku akan mampu, membayangkannya pun masih sulit, karena kerelawan semacam ini adalah hal yang benar-benar baru. 

Ahh aksaraku sudah sebanyak ini? baiklah, mungkin sampai disini aku membuat barikade abjad untuk sebuah lingkaran yang luar biasa. Ini sama sekali tak cukup dan tak mewakili apa yang ingin kuceritakan, tapi waktu kembali menghentikanku, Aku harus melakukan hal lainnya saat ini. 

April, 2016
Untuk SIBEJOO teruslah bercengkrama dalam kebaikan :)